Banda Aceh, 4 September 2026 – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) melaksanakan Workshop Internasional Digital Technology bertajuk “Digital Technology, AI, and Ethical Economics: Building Prosperity Without Losing Human Dignity”, Jumat (4/9/2026), di Balai Sidang FEB USK.

Workshop menghadirkan H. R. Parama W. A. Danoesubroto, Founder & CEO Robohem, Toronto, Kanada, sebagai keynote speaker. Kegiatan yang berlangsung pukul 08.00–12.00 WIB tersebut dimoderatori oleh Dr. Ridwan Nurdin, S.E., M.A., dosen Prodi Ekonomi Islam FEB USK.

Workshop ini menjadi ruang akademik untuk mendiskusikan perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI), khususnya keterkaitannya dengan sistem ekonomi, keadilan, transparansi, serta upaya membangun kemakmuran tanpa mengabaikan martabat manusia. Tema tersebut sejalan dengan pokok pembahasan kegiatan yang menempatkan kemajuan teknologi bukan hanya sebagai persoalan inovasi, tetapi juga berkaitan dengan dampaknya terhadap kehidupan ekonomi dan sosial masyarakat. 

Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, M.Ag., menyampaikan apresiasi kepada narasumber, pimpinan fakultas, tamu undangan, serta seluruh peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, perkembangan teknologi digital dan AI telah membawa perubahan yang semakin luas dalam aktivitas ekonomi sehingga perlu menjadi perhatian dunia akademik. “Perkembangan teknologi digital dan Artificial Intelligence saat ini berlangsung sangat cepat dan bersentuhan langsung dengan berbagai aktivitas ekonomi. Karena itu, mahasiswa Ekonomi Islam perlu memahami perkembangan tersebut, tidak hanya dari sisi teknologinya, tetapi juga bagaimana teknologi digunakan untuk mendorong ekonomi yang lebih baik, adil, dan tetap memperhatikan nilai kemanusiaan,” ujar Khairil.

Ia berharap kehadiran Parama Danoesubroto dapat memberikan perspektif baru kepada mahasiswa mengenai perkembangan teknologi dan ekonomi dari pengalaman praktis sekaligus membuka wawasan mahasiswa terhadap perubahan yang sedang berlangsung secara global. Poin sambutan Kaprodi dalam bahan kegiatan menekankan bahwa workshop tersebut memang diarahkan untuk membahas perkembangan teknologi digital, AI, dan ekonomi. 

Dukungan terhadap kegiatan juga disampaikan Sekretaris Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Dr. Putri Bintusy Syathi,S.E., M.A., yang menekankan pentingnya semangat belajar dan memperbarui pengetahuan dalam menghadapi perubahan zaman. “Ilmu merupakan kebutuhan yang harus terus diperbarui. Perubahan teknologi dan ekonomi terjadi dengan sangat cepat sehingga kita tidak dapat berhenti belajar. Workshop seperti ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi mahasiswa untuk memperoleh wawasan baru dan memahami bagaimana perkembangan teknologi akan memengaruhi kehidupan ekonomi pada masa mendatang,” ujarnya.

Ia berharap mahasiswa dapat memanfaatkan forum tersebut secara maksimal untuk berdiskusi dan memperluas perspektif, khususnya mengenai perkembangan teknologi, AI, dan ekonomi. Hal tersebut sesuai dengan pokok sambutan yang menempatkan kegiatan workshop sebagai salah satu sarana memperkaya pengetahuan peserta. 

Dekan FEB USK, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM. turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan workshop tersebut. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyiapkan mahasiswa agar mampu beradaptasi dengan transformasi digital sekaligus mempunyai landasan etika yang kuat dalam menggunakan teknologi. “Transformasi digital dan AI memberikan peluang yang sangat besar bagi dunia ekonomi dan bisnis. Namun, kemajuan teknologi harus berjalan bersama dengan tanggung jawab, etika, keadilan, dan kepentingan manusia. FEB USK mendukung kegiatan akademik yang mempertemukan perkembangan teknologi dengan nilai-nilai ekonomi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dekan FEB USK.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya memiliki kemampuan untuk menggunakan teknologi, tetapi juga perlu memahami konsekuensi sosial dan ekonomi dari pemanfaatannya. Karena itu, forum akademik seperti workshop ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi sekaligus cara berpikir kritis mahasiswa dalam menghadapi transformasi ekonomi digital.

Dalam pemaparannya, Parama Danoesubroto membahas hubungan antara teknologi digital, AI, sistem ekonomi, dan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Pembahasan antara lain menyentuh inflasi, jumlah uang beredar, sistem keuangan, riba, transparansi, hingga konsep *fair economy* atau ekonomi yang berkeadilan. “Teknologi pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi manusia. Kita tidak hanya berbicara tentang bagaimana teknologi menjadi semakin canggih, tetapi bagaimana sistem ekonomi yang dibangun dengan dukungan teknologi dapat menjadi lebih adil, transparan, dan mampu menghadirkan kemakmuran tanpa menghilangkan martabat manusia,” jelas Parama.

Ia juga mengajak peserta melihat persoalan ekonomi melalui cara berpikir yang lebih kritis. Menurutnya, perbaikan kondisi ekonomi dapat dimulai dari lingkup yang paling kecil, yaitu individu dan keluarga, kemudian berkembang menuju masyarakat yang lebih luas. Dalam mencapai kemakmuran, dibutuhkan usaha, produktivitas, dan kerja keras. 

Salah satu topik yang turut dibahas adalah tokenisasi aset, yang dijelaskan sebagai bentuk representasi atau klaim terhadap aset riil dalam sistem digital. Pembahasan kemudian dikaitkan dengan pentingnya transparansi dalam sistem keuangan. Dalam konteks penggunaan ledger, transaksi dapat tercatat dan ditelusuri sehingga meningkatkan aspek keterbukaan dalam sistem keuangan. 

Melalui workshop ini, mahasiswa diajak untuk melihat bahwa transformasi digital dan perkembangan AI tidak dapat dilepaskan dari dimensi etika. Teknologi perlu diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi yang lebih efisien sekaligus memperkuat transparansi, keadilan, dan kesejahteraan.

Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa Ekonomi Islam dalam menghadapi perubahan lanskap ekonomi global. Pemahaman terhadap teknologi perlu diimbangi dengan kemampuan menilai dampak ekonomi dan sosial serta memastikan bahwa inovasi tetap ditempatkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.

Melalui tema “Building Prosperity Without Losing Human Dignity”, Prodi Ekonomi Islam FEB USK berharap mahasiswa dapat memiliki perspektif yang lebih komprehensif dalam melihat masa depan ekonomi digital, yaitu kemajuan teknologi yang tidak hanya mengejar efisiensi dan pertumbuhan, tetapi juga tetap berlandaskan keadilan, transparansi, etika, dan martabat manusia.

Categories:

Tags: