

Banda Aceh, 19 September 2026 – Program Studi Ekonomi Islam Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) bersama Islamic Economics Students Association (IESA) FEB USK melaksanakan Peusijuek Mahasiswa Baru Ekonomi Islam 2026, Sabtu (19/9/2026), di Lantai 3 Gedung Flamboyan AAC Dayan Dawood USK.
Mengusung tema “Start the Journey: Build Character, Connect, and Grow Together”, kegiatan ini dirancang sebagai ruang penyambutan sekaligus pembekalan awal bagi mahasiswa baru Program Studi Ekonomi Islam. Selain memperkenalkan lingkungan akademik, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk memperkuat karakter, membangun silaturahmi antarmahasiswa dan dosen, serta memberikan motivasi agar mahasiswa baru mampu menjalani proses pendidikan tinggi dengan baik. Rangkaian kegiatan meliputi peusijuek mahasiswa baru, pengenalan dosen serta budaya dan sistem perkuliahan, penguatan akhlak dan karakter mahasiswa, hingga seminar motivasi dan organisasi mahasiswa.
Ketua IESA FEB USK, Muhammad Yuhibbul Alfath, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya menjadi agenda penyambutan mahasiswa baru, tetapi juga momentum membangun hubungan yang lebih erat antarmahasiswa lintas angkatan. “Kami berharap kegiatan ini menjadi langkah awal untuk membangun keakraban antarlenting. Mahasiswa baru jangan merasa berjalan sendiri. Di Program Studi Ekonomi Islam ada kakak-kakak leting, pengurus IESA, dosen, dan seluruh keluarga besar prodi yang bisa menjadi tempat berkomunikasi, belajar, dan berkembang bersama,” ujar Yuhibbul.
Ia berharap mahasiswa baru dapat menjadikan organisasi mahasiswa sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, serta jejaring selama menempuh pendidikan di FEB USK.
Ketua Program Studi Ekonomi Islam FEB USK, Khairil Umuri, M.Ag., menyampaikan bahwa pelaksanaan peusijuek merupakan salah satu bentuk menjaga tradisi yang telah hidup dalam masyarakat Aceh, sekaligus menjadi media mempererat hubungan antara mahasiswa, dosen, dan keluarga besar Program Studi Ekonomi Islam. “Peusijuek merupakan tradisi yang baik dan perlu terus kita jaga. Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya menyambut mahasiswa baru, tetapi juga ingin membangun silaturahmi dan keakraban sejak awal antara mahasiswa dengan dosen serta antarmahasiswa,” kata Khairil.
Ia mengingatkan bahwa memasuki perguruan tinggi berarti mahasiswa mulai menjalani lingkungan akademik dengan tanggung jawab yang lebih besar. Karena itu, mahasiswa baru diharapkan mampu memahami dan menaati berbagai ketentuan yang berlaku di kampus. “Kami mengajak mahasiswa baru untuk mengikuti proses perkuliahan dengan sungguh-sungguh, menaati aturan kampus, menghormati dosen dan sesama mahasiswa, serta tetap menjaga perilaku sesuai dengan nilai dan syariat Islam. Prestasi akademik penting, tetapi akhlak dan karakter yang baik juga harus menjadi identitas mahasiswa Ekonomi Islam,” tambahnya.
Menurut Khairil, kedekatan antara mahasiswa dan dosen perlu dibangun secara positif agar mahasiswa tidak ragu berkomunikasi ketika menghadapi persoalan akademik maupun membutuhkan arahan selama proses perkuliahan.
Kepala Departemen Ekonomi Pembangunan FEB USK, Prof. Dr. Sofyan Syahnur, memberikan dukungan terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, pembinaan mahasiswa sebaiknya tidak hanya dilakukan ketika mereka telah berada pada tahap akhir studi, tetapi perlu dimulai sejak pertama kali menjadi bagian dari lingkungan perguruan tinggi. “Mahasiswa baru sedang memasuki fase yang berbeda dari pendidikan sebelumnya. Karena itu, pengenalan terhadap budaya akademik, pembentukan karakter, kedisiplinan, serta kemampuan membangun hubungan sosial yang baik menjadi sangat penting sejak awal,” ungkap Sofyan.
Ia berharap mahasiswa baru dapat memanfaatkan masa studi tidak hanya untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga untuk membangun kemampuan berpikir, berorganisasi, berkomunikasi, dan bekerja sama. “Kami mendukung kegiatan yang membantu mahasiswa beradaptasi dengan lingkungan kampus secara sehat dan produktif. Gunakan kesempatan selama kuliah untuk belajar sebanyak-banyaknya, baik melalui ruang kelas, kegiatan organisasi, maupun interaksi dengan masyarakat,” tambahnya.
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala, Dr. A. Sakir, S.E., M.M., CFRM, turut memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Peusijuek Mahasiswa Baru Ekonomi Islam 2026. Menurutnya, kegiatan tersebut memiliki nilai penting karena menggabungkan tradisi lokal, pembinaan akademik, penguatan karakter, dan pengembangan kapasitas mahasiswa. “FEB USK mengapresiasi kegiatan yang menyambut mahasiswa baru sekaligus memberikan pembekalan mengenai kehidupan akademik, karakter, dan organisasi. Pendidikan di perguruan tinggi bukan hanya proses memperoleh pengetahuan, tetapi juga proses membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, berintegritas, dan mampu berkontribusi kepada masyarakat,” ujar Sakir.
Ia berharap mahasiswa baru dapat memandang masa perkuliahan sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi secara menyeluruh. “Mahasiswa perlu memiliki target akademik yang baik, tetapi pada saat yang sama juga harus membangun karakter, kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Gunakan masa studi di FEB USK dengan sebaik-baiknya untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan,” tambahnya.
Pada sesi pengenalan dosen, budaya akademik, dan sistem perkuliahan, Muhammad Haris Riyaldi, M.Soc.Sc. memberikan sejumlah pesan kepada mahasiswa baru mengenai proses yang akan mereka jalani selama kuliah. Ia mengingatkan bahwa pendidikan tinggi membutuhkan kesabaran, ketekunan, dan konsistensi. Mahasiswa akan menghadapi berbagai tugas, ujian, kegiatan akademik, maupun tantangan lain yang memerlukan kedewasaan dalam menyikapinya. “Kuliah adalah sebuah proses. Ada saatnya kita merasa mudah, tetapi ada juga saatnya menghadapi kesulitan. Kuncinya adalah sabar dan tekun. Jangan mudah menyerah ketika menghadapi mata kuliah yang sulit atau ketika hasil yang diperoleh belum sesuai harapan,” ujar Haris.
Ia juga meminta mahasiswa tidak melupakan perjuangan orang tua dan keluarga yang telah mendukung mereka hingga memasuki perguruan tinggi. “Ingat selalu jasa dan pengorbanan orang tua. Kesempatan berada di perguruan tinggi harus dibalas dengan kesungguhan belajar, menjaga kepercayaan keluarga, dan berusaha menyelesaikan pendidikan dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Sementara itu, dalam sesi Penguatan Akhlak dan Karakter Mahasiswa, Dr. Novi Indriyani Sitepu, S.H.I., M.A. menekankan pentingnya mahasiswa menjadikan nilai-nilai Islam sebagai pedoman dalam kehidupan akademik maupun pergaulan sehari-hari. “Mahasiswa Ekonomi Islam tidak cukup hanya memahami teori tentang ekonomi dan syariah. Nilai Islam harus terlihat dalam sikap, perilaku, cara berkomunikasi, dan keputusan yang kita ambil dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Novi.
Ia mengingatkan mahasiswa agar berhati-hati dalam memilih lingkungan pergaulan dan aktivitas selama menempuh pendidikan. “Hindari hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam. Masa kuliah memberikan kebebasan yang lebih besar kepada mahasiswa, tetapi kebebasan tersebut harus disertai kemampuan menjaga diri dan bertanggung jawab terhadap setiap pilihan,” tegasnya.
Prosesi peusijuek dipandu oleh Ustadz Syahriyal, S.E., M.M. Tradisi tersebut menjadi simbol doa dan harapan agar mahasiswa baru memperoleh keberkahan, kemudahan dalam menuntut ilmu, serta mampu menyelesaikan pendidikan dengan baik. Pelaksanaan peusijuek sekaligus menjadi ciri khas penyambutan yang memadukan budaya Aceh dengan semangat akademik dan nilai-nilai keislaman yang dikembangkan di Program Studi Ekonomi Islam FEB USK.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Seminar Motivasi dan Organisasi Mahasiswa yang menghadirkan Siti Aminah, S.IP., M.MLS., Owner International Scholarship Partner (ISP), dosen UIN Ar-Raniry Banda Aceh, sekaligus alumni Central China Normal University, sebagai pemateri.
Seminar dimoderatori oleh Teuku Muhammad Syahrizal, S.H.I., M.Ag., dosen Program Studi Ekonomi Islam FEB USK. Sesi ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk memperoleh motivasi mengenai pengembangan diri, pentingnya membangun jejaring, serta peran organisasi dalam meningkatkan kompetensi selama menjalani kehidupan kampus.
Melalui keseluruhan rangkaian tersebut, tema “Start the Journey: Build Character, Connect, and Grow Together” diterjemahkan ke dalam tiga pesan utama: mahasiswa baru perlu memulai perjalanan akademiknya dengan karakter yang kuat, hubungan yang baik dengan lingkungan kampus, serta semangat untuk tumbuh dan berkembang bersama. Peusijuek Mahasiswa Baru Ekonomi Islam 2026 diharapkan menjadi awal yang positif bagi mahasiswa dalam menjalani proses pendidikan di Universitas Syiah Kuala serta membentuk generasi lulusan Ekonomi Islam yang unggul secara akademik, berakhlak, adaptif, dan mampu memberi manfaat bagi masyarakat.





